Bagaimana Sistem Kerja Pelumasan ? | Apa Saja Sistem Pelumasan ?

Bagaimana Sistem Kerja Pelumasan ? | Apa Saja Sistem Pelumasan ?

Penjelasan dan Macam-macam Sistem Pelumasan
Ensiklopedia Virtual

Photo by Robert Laursoo on Unsplash

Apa itu Sistem Pelumasan ?

Sistem pelumasan adalah sistem yang digunakan dalam mesin atau peralatan untuk memastikan bahwa bagian-bagian yang saling bergerak tersedia dengan pelumasan yang memadai. Tujuan dari sistem pelumasan adalah mengurangi gesekan dan keausan antara bagian-bagian yang bergerak serta menjaga suhu operasi yang optimal.

Sistem pelumasan biasanya melibatkan penggunaan oli atau pelumas lainnya yang didistribusikan secara tepat ke bagian-bagian mesin yang memerlukan pelumasan. Pelumas ini membentuk lapisan tipis antara permukaan yang bergerak, mengurangi gesekan langsung antara metal-metal tersebut. Pelumas juga membantu dalam pendinginan komponen mesin yang terpapar panas akibat gesekan dan proses operasi.

Komponen utama dalam sistem pelumasan meliputi:

  1. Pompa Pelumasan: Memompa pelumas dari tangki penyimpanan ke bagian-bagian yang memerlukan pelumasan.
  2. Filter Pelumasan: Membersihkan pelumas dari kotoran dan partikel kecil yang dapat merusak komponen mesin.
  3. Saluran Pelumasan: Mengalirkan pelumas dari pompa ke bagian-bagian yang memerlukan pelumasan, seperti poros, bantalan, dan gigi.
  4. Bantalan Pelumas: Memegang dan menyebarkan pelumas di antara bagian-bagian yang bergerak, seperti bantalan poros dan bantalan gigi.
  5. Sistem Pendingin: Beberapa sistem pelumasan juga melibatkan sistem pendingin untuk menjaga suhu operasi yang tepat, seperti radiator atau pendingin udara.

Apa saja sistem pelumasan ?

Beberapa sistem pelumasan yang umum digunakan meliputi:
  1. Pelumasan Oli Terburai (Splash Lubrication): Pada sistem ini, pelumas dituangkan ke dalam bagian bawah mesin, seperti crankcase atau casing roda gigi. Ketika bagian-bagian bergerak dalam mesin, oli akan terburai dan melumasi permukaan yang bergerak.
  2. Pelumasan Tekanan Paksa (Force-Feed Lubrication): Dalam sistem ini, oli dipompa ke bagian-bagian yang memerlukan pelumasan melalui saluran pelumasan. Pompa pelumasan memberikan tekanan yang cukup untuk memaksa oli mengalir ke bagian-bagian tersebut.
  3. Pelumasan Sprayer (Mist Lubrication): Sistem pelumasan ini menggunakan semprotan pelumas yang dihasilkan oleh pompa pelumasan. Semprotan pelumas disemprotkan langsung ke bagian-bagian yang memerlukan pelumasan, seperti bantalan poros atau gigi.
  4. Pelumasan Berbantalan Cair (Oil Bath Lubrication): Pada sistem ini, bagian-bagian mesin yang memerlukan pelumasan tenggelam dalam pelumas cair, seperti minyak. Pelumas cair tersebut menyediakan pelumasan yang konstan dan melindungi permukaan yang bergerak.
  5. Pelumasan Poros dan Bantalan (Shaft and Bearing Lubrication): Sistem ini fokus pada pelumasan poros dan bantalan yang berputar. Biasanya menggunakan pelumas dalam bentuk oli atau lemak yang diterapkan secara langsung pada permukaan poros dan bantalan.
  6. Pelumasan Pompa (Pump Lubrication): Pada mesin dengan pompa, sistem pelumasan ini memastikan pompa tersebut dilumasi dengan baik agar beroperasi dengan efisien.